Showing posts with label Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak. Show all posts

Sunday, May 24, 2015

Tersesat.

Rasa hati memanen gula,
apadaya tersesat dalam laut.
Sepi. Menyendiri. Biarkan mati.
Ia, yang hatinya terlalu rapuh untuk kau sentuh,
beranjak kau bunuh.
Penat di kepalanya siap berdarah,
pikirannya mulai bernanah.
Tubuhnya tergeletak kaku di tanah,
di tengah ketidakbernyawaannya.
Ia bernapas, tetapi terhempas.
Semuanya terbunuh,
tersesat.
Entah sampai kapan ia menemukan jalan,
hanya dirinya-lah yang tahu.
Para pembunuh, biarlah berlalu.
Matilah kamu dengan pisaumu.


xoxo
{Nabila}

Thursday, April 09, 2015

Kelahiran baru.

Terima kasih telah mengembalikan tawa yang telah lama hilang dari diri saya.
Terima kasih telah datang tepat waktu.
Terima kasih telah menjadi R yang baru.

:)

Friday, March 06, 2015

Aku di depan layar

Aku terdiam. Bukan karena bisu, bukan karena lidahku kelu.
Aku diam hanya karena kumau. Dan kubutuh.

Aku di depan layar.
Namun, bukan lagi denganmu.
Sang luar biasa.

Aku di depan layar.
Menangis.
Membaca seluruh percakapan kita,
Cerdas, bodoh, lugu, mengganggu, mengharu biru, tak ada batasan antara itu.
Hanya kamu yang tahu aku pernah seaneh itu.

Aku di depan layar.
Tersenyum.
Mengingat aku pernah bersama kamu si luar biasa sudah lebih dari cukup.
Saat orang lain berkejar-kejaran mencari si sempurna,
aku punya kamu.
Kamu yang sudah cukup luar biasa dengan menjadi tidak sempurna.

Sunday, February 08, 2015

Aku benci telepon, tapi telepon tak pernah membenciku.

Aku benci telepon,
bukan pirantinya,
tapi panggilannya.

Dalam satu panggilan dari deretan angka-angka,
bisa mengandung sejuta pertanda,
pertanda buruk misalnya,
pertanda penipuan,
pertanda waktu kepulangan suruhan,
pertanda kematian.

Aku benci telepon.
Tapi telepon tak pernah membenciku.
Ia kerap datang berkali-kali, minta dijawab.
Aku, yang sifatnya pendendam, sulit menghilangkan kebencianku.
Sulit sekali, biarpun tombol hijau itu berusaha kugapai tanpa gugup berkali-kali.

Aku memang mengidap kecemasan terhadap telepon.
Mereka, para pakar, menyebutnya kecemasan sosial - garing - social anxiety.
Dan sayangnya, aku belum punya kemampuan menghilangkan itu dalam sekejap.
Aku merasa lebih aman dengan mengabaikannya.

Sampai suatu ketika...

Pernah,
aku ditelepon bukan hanya 1 kali,
tapi 6 kali,
7 kali bila dihitung usaha pertamanya di malam hari akhir bulan April saat mataku basah kuyup karena percintaan remaja SMA.

7 kali ia menelepon.
Atau berapapun itu yang aku tak ingat pasti jumlahnya.
Yang pasti, ia seringkali mencoba meneleponku.

Tak pernah kujawab.

Persoalan yang sama, alibi yang sama.
Aku benci telepon.

Ia tidak pernah marah.
Sebaliknya, ia justru meminta maaf.
Karena merasa menggangguku yang mungkin sedang istirahat.
Padahal, aku takut, itu saja.
Aku takut menerima kabar buruk.
Khususnya kabar dari ia dan tubuhnya.

Friday, January 09, 2015

Rasa untuk Sang Juara?

Rasa tidak perlu terungkap lewat aksara.
Endapkan, 
dan biarkan ia dewasa dengan sendirinya.

Walaupun rasa telah dikhianati,
dibohongi,
diacuhkan dari kebenaran hakiki dunia,
rasa akan tetap setia,
pada satu-satunya, 
pada sang juara,
yang sampai saat ini belum kudapati namanya.

Sang juara.
Ah, lelah aku membahasnya.
Ia sudah seringkali melipir sebentar,
atau dua bentar, atau tiga ribu bentar,
ke pikiranku yang sudah cukup gila dengan sendirinya.

Ia sudah seringkali memporakporandakan pikiranku.
Menjungkirbalikan hatiku.
Dia kriminal sekali, sungguh.
Dia patut dihukum.

Aku ingin tertawa sekarang.
Menertawakan diriku sendiri di cermin.
Diriku yang bersimbah air mata tiap Senin malam.
Diriku yang saat ini sudah pasti terlihat konyol sekali.

Aku memang kekanak-kanakan.
Mengharapkan sesuatu tak pada tempatnya.
Selalu begitu, siklus yang tak pernah ada akhirnya.
Sudah 3 kali,
ralat, sudah 5 kali maksudnya.
Ah, aku memang gila.

Romantisme-ku selalu payah.
Kebingungan menghabiskan rasanya kemana.
Juaranya selalu salah.
Rasanya selalu salah.
Atau memang aku yang salah.

xoxo
{Nabila}

Tuesday, December 09, 2014

K e p e r g i a n

hidup bukan hanya sekedar tentang seberapa banyak umurmu.
hidup adalah tentang kebermanfaatanmu di umurmu yang sedikit.
sungguh, kepergianmu menyisakan rongga luka dalam di hati.
semoga kamu bahagia di tempatmu yang baru, sobat.

nb: dan saya tidak cukup kuat untuk mendengar kabar yang serupa dari tubuh yang lain.

xoxo
{Nabila}

Saturday, October 25, 2014

((a-lo-ne-r))

Jika bunuh diri dilegalkan,
apakah aku akan melakukannya?

Ah, tidak.
Itu terlalu ekstrimis bagiku.
Aku hanya mau pergi sejenak,
atau beberapa jenak.

Aku hanya ingin melihat,
berapa dari mereka yang cukup peduli untuk mencari,
atau mungkin hanya berpura-pura sibuk.

Ah, apa sih aku ini?
Aku hanya debu di jendela,
bukan putih,
bukan pula hitam,
hanya abu-abu,
mereka mampu menghapusku dengan mudah.

Aku sendirian,
menangis lagi tanpa sebab yang ingin kuakui.
Aku merasa tidak lagi memiliki kekuatan yang cukup,
untuk bangkit,
berdiri,
di atas kedua kakiku sendiri.

Aku butuh seseorang,
yang dapat meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja,
dan bahwa pada akhirnya kebahagiaanku-lah yang terpenting,
bahagia hanya karena dan hanya untuk diriku sendiri.

Ah, kau dapat menyebutku cengeng,
manja,
atau pencari perhatian,
terserah.

Tapi,
aku marah,
aku kecewa,
setidaknya pada diriku sendiri,
yang tidak mampu memendam rasa,
yang tidak cukup kuat untuk menghadapi hidup,
sendirian.

Ya, aku melankolis.
Ya, aku sensitif.
Ya, aku seorang INFJ.
Ya, aku suka menyendiri.
Tapi aku benci merasa sendirian.

xoxo
{Nabila}

Sunday, September 21, 2014

sense of feelings.

hei, kamu yang disana.
aku harap kita bukan hanya bertukar sapa,
tapi juga bertukar rasa.
ya, atau setidaknya punya rasa yang sama.
tapi, apa itu rasa?

aku tidak bisa tahu.
ah andai aku memahami itu sebelumnya.
jadi aku tidak perlu menerka sendiri apa rasa itu sesungguhnya.
karena mungkin makna rasa itu tidak kamu miliki?
karena mungkin kenyataan itu yang membuatku seperti ini sekarang.
terikat.

aku tahu kamu pikir aku menerima.
bukan, aku bukan hanya itu.
kadang aku juga seorang perasa.
perasaan itu tidak bisa dipaksakan, 'kan?
jadi, dosakah aku dengan merasa?

mungkin kamu tidak akan mengerti, ya?
aku bersumpah, kamu pasti pernah melalui ini berkali-kali.
dan aku tidak bisa memaksamu untuk berpikir bahwa yang kali ini nyata.

ah, aku memang terlalu sensitif, katamu.
tapi apakah salah bahwa aku mengaku?

xoxo
{Nabila}

Tuesday, January 21, 2014

dulu.

dulu hujan.
sekarang hujan.

dulu nafas.
sekarang nafas.

dulu kita.
sekarang aku...

september akan selalu jadi september.
walau tanpa kamu di dalamnya.

Saturday, December 07, 2013

h u j a n



h u j a n.
satu dasawarsa sudah aku mengagumimu.
tapi mengapa kamu masih buat aku basah?


h u j a n.
kamu datang saat aku mesra dengan awan.
kamu berjanji akan selalu membawa pelangi.
tetapi, mana?
yang aku lihat hanya halilintar menyambar.
atau mungkin harus mata hati yang kubuka?


h u j a n.
adalah kisah,
adalah rasa,
adalah dia.


h u j a n.
tanpamu, aku tak mungkin ada.


xoxo
{Nabila}



Thursday, October 03, 2013

{me}-lancholy.



Pernahkah kamu merasa,
kamu seperti buih ombak di lautan,
yang timbul-tenggelam,
yang dianggap hanya sebagai hiasan,
bukan sebagai suatu keindahan?

Pernahkah kamu merasa,
kamu seperti langit biru yang diselubungi awan putih,
memang indah,
tapi tak banyak disadari?

Pernahkah kamu merasa,
kamu takut untuk ditinggalkan,
kamu takut untuk dibenci,
kamu takut untuk dilupakan,
kamu takut dilukai?

Pernahkah kamu bertanya,
mengapa kamu begitu melankolis,
mengapa kamu begitu sensitif,
mengapa kamu begitu filosofis,
mengapa kamu begitu posesif?

Karena aku adalah kamu,
dan kamu adalah aku,
aku pernah merasa dan aku pernah bertanya,
pertanyaan yang aku dan kamu belum temukan jawabnya.

xoxo
{Nabila}

Sunday, September 15, 2013

dear cinta..


dear cinta,
apa artinya cinta?
apakah cinta sama seperti yang dideskripsikan dalam lagu-lagu?
apakah cinta sama seperti yang tergambar dalam drama-drama?
apakah cinta adalah... kamu?

dear cinta,
yang penting kamu ada disini.
aku tidak peduli apa artinya.
aku tidak peduli bagaimana cara mengucapkannya.
yang penting kamu ada untuk mengamalkannya...

xoxo
{Nabila}

Friday, September 06, 2013

pintu.

pintu yang setelah sekian lama tidak pernah terketuk,
akhirnya terketuk.
yang kali ini nyata,
bukan lagi cuma sekelebat bayangan tak berguna.
bukan lagi mafia yang berbulu domba.

si pintu bahagia,
dan hanya bisa berdoa dan berharap,
bahwa keputusan pintu untuk membiarkan dia masuk tidak salah,
dan bahwa si pintu percaya akan berubah menjadi wujud aslinya kembali,
bukan hanya menjadi pintu yang terketuk,
tetapi juga bisa saling mengetuk dengan si tamu spesial yang satu itu.

xoxo
{Nabila}

Wednesday, July 31, 2013

10 tahun dari sekarang.

andai kita bertemu lagi 10 tahun dari sekarang.

10 tahun dari sekarang, mungkin kita akan menertawai diri kita yang mulai dewasa.
kita mungkin bawa suami, bawa istri atau bawa anak.
10 tahun dari sekarang, mungkin kita akan benar-benar berubah.
berbeda dari kita yang sekarang.

10 tahun dari sekarang, mungkin kita akan sama-sama membuka dialog kita 10 tahun sebelumnya.
dialog yang sengaja kita simpan "selamanya" dalam memori telepon genggam yang mulai ketinggalan jaman.
beberapa dari kita mungkin lupa pernah jadi diri kita 10 tahun sebelumnya.
tapi kita pernah jadi itu. kita pernah jadi mereka.

10 tahun dari sekarang, mungkin kita akan sama-sama menangisi diri kita 10 tahun sebelumnya.
menyesali kesalahan-kesalahan yang kita buat.
menyalahkan diri kita yang dulu terlalu naif, terlalu polos.

10 tahun dari sekarang, mungkin kita akan sama-sama terkagum oleh pesona kita 10 tahun sebelumnya.
betapa kerasnya usaha kita 10 tahun sebelumnya. betapa kuatnya kita, betapa tabahnya kita.
mungkin kita akan memberikan tepuk tangan untuk diri kita 10 tahun sebelumnya.

10 tahun dari sekarang, kita mungkin benar-benar berubah.
dari segalanya, yang paling pasti dan mutlak adalah:

10 tahun dari sekarang, saya masih akan merindukan kita. saya masih akan mencintai kita.
walaupun kita tidak bersama di 10 tahun dari sekarang.
tapi kita adalah kita.
bukan apa-apa dan dalam perjalanan menjadi apa-apa.


2012.
xoxo
{Nabila}

Sunday, July 21, 2013

I'm sorry.

I'm sorry for crying tonight.
I'm sorry for over thinking and over reacting (almost) everything.

Maaf deh kalo emang saya terlalu bawel,
terlalu ribet sendiri,
terlalu PERFEKSIONIS.

Tapi ini kan tujuannya untuk kebaikan,
kecuali kalau tujuan Anda cuman untuk guyonan.

Tau gak sih, Anda itu mulai jadi brengsek?
Tertawa di atas penderitaan orang lain,
tertawa akan hal-hal yang gak pantas diketawain.

Maaf deh kalo mungkin saya suka membesar-besarkan hal-hal yang kecil,
tapi saya gak kayak Anda,
yang suka mengecil-ngecilkan hal-hal yang besar.

Saya sedih aja cuman bisa jadi penonton di atas kebringasan Anda.
Saya sedih aja Anda berubah,
dari yang dulu,
jadi yang brengsek kayak sekarang.



{Nabila}

Saturday, June 01, 2013

tidak perlu judul

Wahai orang disana yang sekarang mulai kupertanyakan keberadaannya..
Apa kabarmu?
Kuharap kau tidak apa.
Ya kan?

Aku dulu sempat percaya dan aku dulu sempat yakin.
Mungkin kamu yang seharusnya selama ini aku tunggu.
Mungkin kamu yang seharusnya selama ini aku nantikan.

Semua terasa dekat tetapi semu.
Kita hanya bertemu antara layar-layar yang tak menyatu.
Berarti salahkah aku?

Kamu tahu, aku suka bercerita.
Aku memang suka bicara ngalor-ngidul tak tentu arah.
Itu benar aku.
Tapi tahukah kamu?
Bahwa saat aku bercerita,
sesungguhnya aku menelusuri ceritamu.
Bahwa saat aku bercerita,
sesungguhnya aku adalah refleksi dari ceritamu yang dulu.

Kamu pasti masih ingat,
kamu pasti masih terluka.
Dan mungkin aku tidak akan pernah bisa membuatmu lupa.
Dan mungkin aku terlalu lemah untuk menyembuhkan luka itu.

Tahukah kamu?
Aku tidak mau dijadikan pilihan terakhirmu.
Aku tidak mau hanya dijadikan tempat curahan hatimu saat kau penat.
Aku juga tidak mau kau jadikan teman antar layarmu.

Aku benci virtualisasi...
kalau memang tidak ada realisasi.

Aku benci kata-kata...
kalau memang tidak ada laku.

Wahai orang yang disana.
Tahukah kamu bahwa aku mencintai hujan?
Saat ini hujan.
Tapi jangan biarkan mataku basah karena hujan;
hujan dari hatiku yang rapuh.
Kumohon jangan.
Tapi terserah kau sajalah.
Lagipula, siapa aku sampai bisa melarangmu seperti itu?

Wahai orang yang kupikir sudah menyerah.
Sudah lelahkah kamu?
Kalau kamu lelah, istirahatlah sejenak.
Dan carilah orang yang lain.
Karena aku bukan orang yang tepat yang bisa menghilangkan lelahmu.
Aku bukan itu.

Jadi...
tunggu apalagi?
Pergilah selagi kau bisa.
Pergilah selagi aku belum terjatuh terlalu jauh.
Pergilah selagi kamu dan aku bukan apa-apa.
Pergilah jika kamu memang cuma mau main-main.


xoxo
{Nabila yang tidak akan pernah menangis untuk orang semacam itu}

Monday, February 25, 2013

freaking tired.

Hi, I'm the alter-ego of Nabila.
I'm feeling dark.

Only God knows..
I'm freaking tired in making society happy.
Society never pleased me, so should I?

Only God knows..
I'm freaking tired in pretending that every things are just right.
Even when I feel things are gone wrong.

Only God knows..
I'm freaking tired in fixing and being so perfect outside.
But still, I can't build myself back inside.

Only God knows..
I'm freaking tired in being so honest, so hard-working, so perfectionist.
When everyone just can't see it, or even don't want to see it.

Sometimes, people know or pretend to just-don't-know..
I'm just an ordinary girl who tried everything, and did everything.
And society are just a bunches of people who didn't see anything and didn't care anything.

Voices in my head told me, "Hey, are you tired of all these tiring things you've done, even when people  just don't CARE of you, and just don't want to? Just leave, those are not your responsibility anymore. Just leave and be happy like old days."

And then I answered, "They may bring me down, but I won't fall. I am me, and that I should be. People don't need to direct me, I have my own direction. SOCIETY CAN NOT CHANGE ME TO BE THE OTHER PERSON I DON'T WANT TO BE. I won't leave, but that doesn't mean I am a society-slave. If I leave, people won't care. Things are seems right, but feels so wrong.  Live with it and deal with it. Being happy is rare nowadays. It's my consequences."


"They shoot me down, but I won't fall. I'm a titanium." -- David Guetta ft. Sia (Titanium)

Wednesday, February 06, 2013

You and me.

Hai.
Entah kenapa aku masih mau membahas ceritamu
Setelah beberapa waktu aku berjanji untuk membencimu.
Aku tak bisa.
Tak pernah bisa.

Hai.
Ingatkah kamu tentang cerita kamu dan aku?
Atau hanya aku saja yang terlalu bodoh untuk mengingat itu?
Apakah kau lupa? Atau bahkan tidak pernah kau simpan dalam memorimu?

You and me.
Same stories.

Bosan aku dengan perkataan orang-orang yang berpisah karena terlalu berbeda.
Kamu dan aku justru TERLALU SAMA.
Dan persamaan itu malah yang membuat kita tak pernah bersama dan malah mungkin tak bisa?

You and me.
Same. But will never be together.



дорогая, 난 당신을 사랑.
ik heb je nodig, аз не знам защо.
cada vez ฉันอยู่กับคุณ, ich fühle, dass wir gemeint sind zusammen.
je t'aime.

Friday, September 07, 2012

Kita.

kita,
terdiri atas kau, aku dan orang lain
kita,
bukan apa-apa, belum jadi apa-apa, berharap jadi apa-apa

aku mulai belajar darimu
aku mulai belajar mengenal bau tubuhmu
aku mulai belajar mengerti semua candamu
aku mulai belajar memahami emosimu
aku mulai belajar mendalami tanda-tandamu
aku mulai belajar memasrahkan diri atas keisenganmu
aku mulai belajar membaur bersama sel-sel DNA dalam tubuhmu

saat kau mengucapkan kata "kita" duniaku berputar
aku dan kau bukan apa-apa, belum jadi apa-apa, tetap berharap jadi apa-apa
tapi apakah "kita" benar akan jadi apa-apa?

kau terlalu indah untukku
kau bagaikan bunga mimpi di tidur lelapku
kau bagaikan embun sejuk yang mewarnai pagi hariku
kau bagaikan matahari terbenam yang menyambut malamku
kau bagaikan sahabat,
bahkan lebih dari sahabat

saat semua mengeluhkan tentang betapa pelik hidup mereka
"kita" bercanda tawa saling berbagi
suka, duka, cinta, persahabatan, emosi dan egoisme

"kita" tertawa bersama
"kita" menangis bersama
"kita" terus bersama

entah sampai kapan mimpi indah ini terus berlanjut
kuharap apa-apa itu tidak akan menghancurkan "kita"
aku berharap, "kita" berharap

aku masih mau berbagi bersama "kita"
aku masih mau berdekatan dengan "kita"
aku masih mau berjalan bersama dengan "kita"
aku mau "kita"
yang bukan apa-apa, belum jadi apa-apa, tetap berharap jadi apa-apa

Nabila
{xoxo}

N.B : Terinspirasi dari kisah nyata "kita" yang sesungguhnya. 2012.

Wednesday, May 30, 2012

Pernahkah?

Pernahkah kau rasanya ingin lari
Ingin pergi sesaat?
Saat seharusnya kau membawa beban berat
Pernahkah?