Showing posts with label Nabila. Show all posts
Showing posts with label Nabila. Show all posts

Sunday, August 09, 2015

Updating!

Saya sadar.
Blog ini masih keliatan berantakan banget.
Gak reader-friendly. Minim gambar pula, jadi pusing pala berbi bacanya.
I know, I'm sorry for your headaches.

Jadiiiii,
beberapa minggu ke depan, saya janji akan memperbaharui blog ini agar terlihat seciamik mungkin :p mengingat adanya permintaan dari lubuk hati yang paling dalam *duh* untuk terus curhat menulis. Rasanya, nulis di blog itu bikin saya waras. Dan bikin saya ingat kejadian-kejadian penting (at least, untuk diri sendiri) yang membangun kematangan saya di masa ini dan masa yang akan datang.

Intinya, akan ada beberapa post yang akan saya tambahkan gambar biar 'hidup'. Masih dalam proses pemilihan gambar sih. Saya akan selalu usahakan untuk menggunakan gambar hasil jepretan sendiri. Dan sebenernya, udah banyak drafts yang hampir jadi, baik di hape maupun di laptop. Tinggal rampungin aja dan yang pastinya, DINIATIN untuk diselesain. 

Dah, itu aja. Semoga engga bosan ya!
I do keep learning :)

xoxo
{Nabila}

Monday, December 08, 2014

#25factsaboutme

25? Banyak amat.
Gapapa yah, lagi pengen aja biar gak ketinggalan tren ala-ala kekinian.
(plus daripada ngerjain tugas, I prefer doing this)
(maba males)
(maba stress)
(maba deadliner)
YEAH. \m/


1. Born on December 10, 1996. Di Bekasi. Brojolnya sambil naek roket. #YAKALI
2. Anak bungsu. Anak bontot. Anak bonusan. Anak hasil KB gagal.
3. Dulu kalo lahir jadi cowok, pernah pengen dikasih nama M. Tornado sama bokap. #serius
4. Pernah jadi korban bully & pelaku bully selama TK - SD. Hahahahaha.
5. Suka makan ayam goreng. Fav parts: paha dan sayap! 
6. Introverted, Intuition, Feeling, Judging.
7. Melankolis sempurna.
8. Suka mengaitkan hal-hal dengan angka. 
9. Bodoh dalam spasial. 
10. Suka angka 25 for some secret reasons :)
11. No love relationship at the moment. Lagi asik sendiri aja dan menambah relasi temen deket dulu :)
12. Suka sama cowok-cowok berinisial nama R. Atau seenggaknya ada dominan huruf R dalam namanya. Entah kenapa. Suka aja sama huruf R :)
13. Lagi belajar psikologi bareng 250-an teman lainnya.
14. Benci warna kuning. Tapi kuliah mayoritas kuning-kuning.
15. Kalo chat pasti ngetiknya panjang dan pake titik sampe dikirain jutek. Padahal emang perfeksionis.
16. Kalo gak ada titiknya, pasti pake emot banyak. Ga dikira jutek, tapi malah dikira silly :') dilema.
17. Susah deket sama orang. Awalnya bisa keliatan pemalu. Ya emang kok. Bukan pencitraan.
18. Pencernaannya terlalu lancar. 
19. Academic-oriented… kadang.
20. Paling sebel sama orang yang suka underestimate.
21. Suka ngeliatin langit yang ada awannya. Ngebayangin kalo awan itu berbentuk sesuatu :)
22. Suka wangi hujan nyentuh tanah. Petrichor.
23. Suka nonton CSI dan Criminal Minds. Salah satu alasan masuk Psiko, ehe.
24. Masih suka Barbie.
25. Pengen jadi istri dan ibu yang baik di masa depan. AHA!


Udah segitu aja.
Sederhana itu indah.
xoxo
{Nabila}

Tuesday, August 05, 2014

// F L A S H B A C K \\

Oke, post-an kali ini saya akan melakukan perjalanan waktu (lebay) kembali ke masa lalu. Not for changing the past, I believe the past will always only be a past. Dan apapun yang terjadi masa yang lalu pasti berkontribusi untuk kehidupan saya yang sekarang. I don't believe in a 'coincidence'. Semua kejadian pasti beralasan. Saya percaya.

Ini tentang kehidupan saya. 
Sejak TK sampai SMA (ya sampai sekarang sih baru segitu, hehe).
Tujuannya? So, you can't easily judge. Atau mungkin kalau ada hal yang bagus dari kehidupan saya untuk diterapkan di kehidupan para pembaca (lebay juga), itu malah lebih menyenangkan buat saya. Intinya, I just want to share. :)
***

Sunday, July 20, 2014

The phenomenal judge.fm?

Today's topic is: ASK.FM.
Siapa sih yang gak tau the most phenomenal social media tahun 2014 ini?
Kalo kamu ngerasa abege gaul, kamu pasti tau.
*ironically, I'm not that 'gaul'. I mean, kalo kamu punya internet, kamu pasti tau.*
*kecuali untuk orang yg baru menggunakan internet sesuai tujuan awal*

Intinya, hampir semua abege jaman sekarang tau soal ask.fm dan punya akun ask.fm.
What I want to tell you guys in this post is…

"AM I THE ONLY ONE WHO ISN'T REALLY INTERESTED TO MAKE AN ASK.FM ACCOUNT?"

Padahal hampir semua orang (hampir semua temen-temen, adik-adik kelas, kakak-kakak kelas saya) punya akun ask.fm dan super aktif menggunakannya. What's wrong with me? *nanya sama diri sendiri* *karena sebenernya gak ada yang nanya ini ke saya, but I just try to explain why HAHAHA*

Basically there are some reasons for the 'why' question.

Sunday, June 15, 2014

Faith.

Jadi ini cerita tentang my very first relationship.
Saya gak perlu cerita kenapa atau gimana. Tapi saya bakal cerita apa dampaknya sama hidup saya sekarang. It was my very first time having a relationship. Not just another love on one side. And to be honest, it was pretty good for a 'first time'. Why do I put the 'was' instead of an 'is'? Yup. Because, it's already OVER. 

Tapi yang saya mau ceritain disini bukan kenapanya atau galau-an gak penting. Really. The galau moment is already over. Yang mau saya ceritain adalah: (finally) I've told my Mom the truth. Ibu akhirnya tau, saya selama ini sembunyi-sembunyi, the backstreet. Saya baru ngasih tau beberapa waktu belakangan ini, karena saya nazar saat dapet SNMPTN, I promise I would tell my Mom about that. Dan ternyata Ibu tau dari awal. Ibu curiga, maka dari itu Ibu sering wanti-wanti ke saya. Ibu selalu perasa. Dan saya ngerasa kalo dia seneng akhirnya saya jujur.

Yang bikin Ibu seneng sebenernya yaitu :
1. saya akhirnya jujur, 
2. dan hubungan itu yang bikin saya akhirnya memutuskan buat berjilbab sekarang :)

Why do I wear hijab now? What is the relation between decision wearing hijab and the breakup? In my thought, I want to make boundaries. I won't let something like that happen again. And I realised, sebuah hidayah bisa datang kapan aja, even because an unhappy reason.

I don't tell that it was a bad relationship. It's just not a right relationship. I admit that I've learned a lot of lessons in my past relationship. We motivated each other, and we respected each other. Kita saling mengingatkan untuk beribadah dengan cara masing-masing. (Ah, now you know why we break up, uh? :)) We rarely argued, and honestly.... I fell in love too hard. We almost believed that we would be something more in the future. But we will never be. We can't be.